Jengkol yang Nikmat sekaligus berbahaya

          Siapa yang tidak tahu jenis makanan satu ini, JENGKOL. Yang barang tentu dengan bau luar  biasa yang menyertainya. Selain baunya makanan ini juga mengandung asam jengkolat yang cukup berbahaya dan bisa menimbulkan keracunan. Tentu saja tidak bisa di pungkiri bahwa jengkol juga mengandung gizi seperti karbohidrat, protein , kalsium, kalium dan asam amino dan fosfor.
          Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Sslah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.
          Selain kandungan gizi yang tinggi,yang harus diwaspadai pula ketika seseorang makan jengkol adalah keracunan, karena jengkol bersama ubi kayu (singkong) dan tempe bongkrek termasuk jenis makanan yang sering menimbulkan keracunan. Terkadang karena asyiknya mengkonsumsi sampai tidak menyadari bahwa sudah mengalami keracunan. Penyebab terjadinya keracunan jengkol berupa zat spesifik dalam jengkol yang bernama asam jengkolat. Asam jengkolat sangat sukar larut dalam air dan kelarutannya dalam asam basa sangat lama. 
          Organ tubuh yang terkena saat keracunan adalah sistem saluran kemih.Gejala yang timbul akibat kristal asam jengkol yang menyumbat ginjal dan salurannya. Keluhan pada umumnya timbul dalam waktu 5-12 jam setelah memakan jengkol. Bahkan reaksi yang lambat bisa 36 jam sesudah makan biji jengkol.
Gejala paling umum ditandai dengan nyeri perut, kadang disertai muntah, adanya serangan kolik pada waktu berkemih, munculnya gangguan pengeluaran air seni, dan adanya darah dalam dalam air seni. Volume air kemih juga mengalami penurunan. Napas, mulut, dan urine berbau jengkol juga ditemukan pada kondisi keracunan ini. Pada keracunan yang lebih berat, penderita bahkan tidak bisa kencing sama sekali. Gejala ini dikenal dengan istilah penyakit ginjal akut.
          Jika gejala penyakit ringan (muntah, sakit perut atau pinggang saja), perbanyak minum air serta memberikan natrium bikarbonat saja (air bersoda). Bila gejala penyakit sudah pada tahap lebih berat penderita perlu dirawat dan diberi cairan infus. Sedangkan jika terjadi gagal ginjal akut, penderita harus diberi natrium bikarbonat lewat infus dengan dosis sesuai analisis gas darah.
          Berdasar beberapa penelitian, terjadinya keracunan jengkol tidak tergantung pada jumlah berapa banyak jengkol yang dikonsumsi seseorang, tetapi tergantung dari kerentanan seseorang terhadap asam jengkol, dan itu bersifat sementara. Salah satu langkah adalah melakukan pengolahan sehingga kadar asam jengkolat dalam jengkol bisa diturunkan. cara dibuat jengkol sepi atau rebus jengkol dalam larutan yang mengandung abu gosok atau jenis olahan lain seperti dibuat emping jengkol.
          Secara umum ada enam langkah mencegah keracunan seperti yang disosialisasikan oleh departemen kesehatan yaitu dimulai dari pemilihan bahan, penyimpanan makanan mentah, pengolahan bahan makanan, penyimpanan makanan jadi, pengangkutan, dan penyajian. Maka dari itu temen temen pecinta jengkol sejati, ((untungnya saya bukan termasuk yang suka jengkol)), untuk informasi bahwa makanan ini termasuk juga mesti diwaspadai. Jangan sampai kebablasan mengkonsumsinya. Lebih baik mencegah bukan???daripada mengobati.

          

0 komentar:

Posting Komentar