The Spirit of Harmonization


Konghucu

Konghucu berkata " Belajar tanpa berpikir adalah membuang tenaga, berpikir tanpa belajar adalah berbahaya"
Ini adalah gambaran yang menunjukkan bagaimana bangsa china dengan peradapan ribuan tahun, penduduk yang besar dan cadangan devisa masif mendekati 3 trilliun dollar AS menghadirkan ketakutan dan kekaguman sekaligus

Sejak  lama china menjadi tema penting yang memberikan banyak kontribusi terhadap kemajuan manusia, mulai dari berbagai penemuan penting yang mengubah jalannya dunia ataupun menghancurkan dunia, seperti penemuan bubuk mesiu. Tidak ada negara bangsa dalam sejarah globalisasi yang bisa mempertahankan pertumbuhan rata rata 9 persen selama tiga dekade berturut turut.

Konfusius
  China bukan hanya dikenal memiliki kemajuan pembangunan ekonomi dan kemampuan perdagangan terbesar didunia, melainkan juga tempat berbagai pemikiran, kepercayaan, dan adat istiadat terbesar didunia. Dari konfusius yang lahir di Qufu, Provinsi Shandong yang memberikan azas pemikiran harmonisasi, sampai Mao Zedong kelahiran Shaoshan , Provinsi Hunan, yang melahirkan generasi revolusioner dalam keteguhan untuk mencapai masyarakat sosialis-komunisme untuk mendorong ditempatkannya China dalam kemajuan modernisasi pembangunan.

Ada beberapa hal yang sebenarnya bersumber pada asas kepercayaan konfusianisme dalam membentuk kapitalisme berazaskan sosialisme China sekarang ini, yaitu ditekankannya kebutuhan kepada pemerintahan yang kuat. Menurut kepercayaan konfusianisme, kalo negara kuat, kekuasaan memiliki kemampuan untuk melakukan campur tangan pada masalah kesejahteraan sosial, memberikan tekanan moral pada masalah pendidikan dan membangun sistem sosial yang ideal menjaga harmonisasi kehidupan secara keseluruhan.
 Mao Zedong


Sumber: Kompas February 2011 

0 komentar:

Posting Komentar